AMLAPURA, NusaBali

Mereka diuji oleh lima profesor di Jakarta, 25-28 Februari 2019. Kelima tokoh Karangasem itu yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Dr Ni Nengah Rustini MAg, Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa, Perbekel Duda Timur yang juga Ketua Forum Perbekel Bali I Gede Pawana, Kabid Sejarah Cagar Budaya Dinas Kebudayaan I Gusti Nyoman Parnawa, dan I Gede Prama Saputra. Masa jabatan Tim Ahli Cagar Budaya Karangasem selama 5 tahun, 2019-2024.

Dr Rustini mengaku bangga telah dinyatakan lulus menjalani tes selama empat hari dan masuk Tim Ahli Cagar Budaya Karangasem. “Kami diuji bidang agama dan kebudayaan. Sebab agama dan budaya sangat terkait,” ungkap Dr Rustini, Jumat (22/3). Misalnya dalam pelaksanaan aktivitas agama selalu didukung budaya. Kebudayaan menata banten, berpakaian ke pura, dan lain-lain kesemuanya itu untuk mendukung kegiatan agama.

Sedangkan empat tokoh Karangasem lainnya diuji pemahaman bidang budaya. Putu Arnawa mengaku bersyukur  Tim Ahli Cagar Budaya Karangasem dinyatakan lulus sehingga ke depan lebih optimis mengembangkan, melestarikan, dan menginventaris kebudayaan di Karangasem yang begitu banyak.

Dikatakan, baru lima kebudayaan Karangasem masuk warisan budaya nasional tak benda yakni: ter-teran (perang api) di Desa Pakraman Jasri, Kecamatan Karangasem. Usaba Sumbu di Desa Pakraman Timbrah Kecamatan Karangasem, Usaba Dangsil di Desa Pakraman Bungaya Kecamatan Bebandem, selonding dan makare-kare (perang pandan) di Desa Pakraman Tenganan Pagringsingan Kecamatan Manggis. Penetapan warisan budaya nasional tak benda di Jakarta, Selasa (22/8 2018), dalam sidang dipimpin prof Pudentia Maria Sri Sunarti, dari tim Ahli Warisan Budaya tak benda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Arnawa, masih banyak kebudayaan Karangasem yang perlu diajukan masuk warisan budaya nasional tak benda. Di antaranya wayang wong Desa Duda Timur Kecamatan Selat dan Desa Ban Kecamatan Kubu. Tari Gambuh di Desa Pakraman Budakeling Kecamatan Bebandem dan Desa Pesedahan Kecamatan Manggis. Begitu juga yang kegiatan ritualnya telah berlangsung turun temurun mengenai upacara Usaba Dodol di Kecamatan Bebandem dan Kecamatan Selat. “Semua kebudayaan Karangasem telah kami inventaris, tinggal tim menggodok untuk diajukan masuk warisan cagar budaya tak benda,” katanya. *k16