Pemkab Karangasem berobsesi masuk anggota Pusaka Dunia atau OWHC (Organization of World Heritage Cities).

AMLAPURA, NusaBali

Tekad itu telah ditempuh dengan mengajukan proposal yang akan dipresentasikan di markas OWHC di Ottawa Kanada, Selasa (2/4) mendatang. Direktur Jenderal BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia), Catrini Pratihari Kubontubuh, diberikan mandate untuk presentasikan proposal Pemkab Karangasem.

Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa, menegaskan jika usulan anggota OWHC bisa diterima, nantinya Sekjen OWHC, David, datang ke Karangasem untuk menyerahkan sertifikat keanggotaan pada Kamis (2/5) mendatang. Keanggotaan OWHC diharapkan jadi kado istimewa HUT Kota Amlapura. “Kami optimis Karangasem diterima sebagai anggota OWHC. Sebab Karangasem telah masuk 10 besar terbaik Kota Pusaka di Indonesia,” ungkap Arnawa, Rabu (27/3).

Jika berhasil, Karangasem merupakan kabupaten ketiga di Indonesia yang masuk anggota OWHC. Sebelumnya Kota Denpasar masuk anggota OWHC tahun 2013 dan Gianyar pada tahun 2017. Gianyar misalnya memiliki sejarah panjang pengembangan kebudayaan sejak 19 April 1771. Keberhasilan Gianyar masuk anggota OWHC difasilitasi BPPI. Karangasem yang berambisi masuk anggota OWHC juga minta bantuan BPPI yang memiliki sejarah panjang tentang budaya, salah satunya Puri Karangasem dan didukung beragam kebudayaan lainnya.

Karangasem optimis diterima masuk OWHC karena Pemkab punya kebijakan dan keberpihakan kepada potensi budaya. Dari delapan kecamatan, 78 desa/kelurahan ada kebudayaan yang telah dilestarikan turun temurun. Kebudayaan di Karangasem lestari karena menjadi satu paket dengan ritual. Misalnya kebudayaan makare-kare (perang pandan) di Desa Pakraman Tenganan Pagringsingan, Kecamatan Manggis, telah menjadi tradisi setiap tahun.

Begitu juga ter-teran (perang api) di Desa Pakraman Jasri, Kecamatan Karangasem. Usaba Sumbu di Desa Pakraman Timbrah Kecamatan Karangasem, Usaba Dangsil di Desa Pakraman Bungaya Kecamatan Bebandem, selonding di Desa Pakraman Tenganan Pagringsingan Kecamatan Manggis. Wayang wong di Desa Duda Timur Kecamatan Selat, dan Desa Ban Kecamatan Kubu. Tari gambuh di Desa Pakraman Budakeling Kecamatan Bebandem dan Desa Pesedahan Kecamatan Manggis.

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Karangasem, Dr Ni Nengah Rustini MAg, juga mengaku optimis Karangasem diterima masuk anggota OWHC. “Menyimak dari banyaknya potensi budaya yang telah dilestarikan melalui ritual dan masuk 10 besar terbaik Kota Pusaka di Indonesia, maka kami optimis diterima masuk anggota OWHC,” kata Dr Rustini. *k16