Kabupaten Karangasem resmi menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Dunia (OWHC – Organization of World Heritage City) setelah pada hari Senin, 29 April 2019 Bupati Karangasem menerima sertifikat keanggotaan yang diserahkan oleh Sekretaris General OWHC Mr. Denis Ricard yang didampingi oleh Ketua BPPI, Ibu Catrini bertempat di Taman Soekasada Ujung yang menjadi pusaka prioritas dari Peninggalan Kerajaan Karangasem. Kedatangan Sekjen OWHC didampingi oleh Ketua BPPI disambut dengan penampilan Sekaa Gambuh Anak-anak Pasraman Bajra Jnana Desa Budakeling dan 50 penari pendet anak-anak.

Perjalanan menuju keanggotaan Kota Pusaka Dunia tidaklah mudah, diawali dengan komitmen Pemerintah Daerah bersama komunitas Pusaka Karangasem untuk menjaga kelestarian pusaka warisan baik budaya maupun alam sebagai sebuah aset kebanggaan dan unggulan Kabupaten Karangasem. Melaksanakan inventarisasi pusaka, merencanakan aksi pusaka (P3KP) serta konsisten dalam pengembangan dan pemanfaatan pusaka tanpa mengurangi keasliannya.

Karangasem menjadi anggota ke 304 dari OWHC dan anggota ke-4 dari Indonesia setelah Surakarta, Denpasar dan Gianyar. Proses pengajuan keanggotaan difasilitasi oleh Balai Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) melalui ketuanya Ibu Catrini yang mempresentasikan pusaka Karangasem dalam sidang pembahasan di Kantor Pusat OWHC, Quebec, Canada pada tanggal 4 April 2019.

Sertifikat Keanggotaan OWHC ini bukanlah akhir namun sebagai awal dari perjalanan panjang pelestarian warisan pusaka di Kabupaten Karangasem. Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri dalam kesempatan ini mengajak seluruh masyarakat Karangasem untuk bersama-sama dengan Pemerintah Daerah menjaga warisan peradaban leluhur dan belajarlah dari semua itu serta lestarikan dan terapkan dalam kehidupan kita.