Persiapan dalam rangka Pesta Kesenian Bali XL Tahun 2018 Provinsi Bali terus dilaksanakan dengan mengadakan penjajagan / pembinaan awal oleh Tim Pembina Pesta Kesenian Bali Kabupaten Karangasem. Kali ini berkesempatan dibina adalah Sekaa Gender “Sanggar Seni Pang Jaya” Banjar Besang, Desa Ababi, Kecamatan Abang (26/2).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Bidang Kesenian, Pembina Gender Kabupaten Karangasem dan staf teknis Dinas Kebudayaan. Mengawali acara dipersembahkan Tabuh Pembuka serta tabuh-tabuh lainnya. Penyampaian Kadis Kebudayaan Drs. I Putu Arnawa, S.Ag.,M.Si bahwa saat ini peminat untuk menabuh Gender sangat kecil utamanya di kalangan generasi muda dibandingkan dengan gong kebyar sehingga sulit untuk mencari bakat-bakat baru dalam bidang Gender. Beliau juga menambahkan agar Sekaa Gender dengan dituntun oleh Tim Pembina lebih menekankan pada gaya/pakem gegenderan khas Karangasem.

Yang menjadi catatan bagi Tim Pembina Gender Kabupaten Karangasem diantaranya ciri khas gegenderan Karangasem yang harus ditonjolkan, perlu mengecek waktu supaya tidak melebihi durasi yang ditentukan, secara umum sudah bagus dan suara gamelan sangat mendukung (I Wayan Cenik Wijana). Masalah Gegedig sangat perlu untuk dipertahankan karena selalu menjadi catatan tim pengamat, mengenai ubit-ubitan perlu diperhatikan, teknik memainkan Gamelan Gender harus diperhatikan (Ida Wayan Ngurah). Kemampuan individu sudah sangat bagus terutama mental dan teknik, rasa tabuh itu perlu dinikmati agar menyatu dengan jiwa, kehadiran pelatih sangat penting untuk mendampingi setiap kali latihan (I Nyoman Japa).

Dari beberapa catatan diatas secara keseluruhan penampilan Sekaa Gender “Sanggar Seni Pang Jaya” sudah bagus hanya saja perlu penyempurnaan pada beberapa bagian. Masih cukup waktu untuk terus berlatih agar penampilan bisa sempurna.