Persiapan menyongsong event akbar Pesta Kesenian Bali XL Tahun 2018 telah diawali melalui serangkaian pembinaan oleh Tim Pembina Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Karangasem. Pada hari Kamis (22/2) dilaksanakan pembinaan kepada Sekaa Tembang Girang Gita Semara Santih, Sanggar Seni Semara Wijaya bertempat di Banjar Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis.

Hadir dalam pembinaan tersebut, Kepala Bidang Kesenian selaku mewakili Kadis Kebudayaan, Ketua Listibya Kabupaten Karangasem, Tim Pembina Kabupaten Ida Nyoman Sugatha, I Komang Parwata didampingi oleh Kasi Pembinaan Pengembangan Potensi Seni Tradisional dan Pementasan Seni.

Menggarap tembang girang perlu dipersiapkan adalah format apa yang akan dibuat, seperti apa penokohan yang pas, alur ceritera yang pas sesuai tema serta improvisasi verbal non verbal untuk memperkuat karakter tokoh menurut Ketua Listibya Drs. I Nyoman Putra Suarjana, M.Si.

Moderator harus bisa menjelaskan tentang ceritera/topik yang dibawakan, perdebatan antara satu pupuh dengan pupuh lain harus jelas (Ida Nyoman Sugatha). Nada dasar tembang harus pas dan jangan terlalu tegang, karakter tokoh diperjelas lagi serta perdalam lathan dari segi teknik metembang seperti mimik, tetikes, onek-onekan base dan tetuwek (I Komang Parwata).

Namun masih ada cukup waktu untuk membenahi apa-apa yang sudah disoroti dari penampilan tadi, dalam sisa waktu yang masih lama agar berlatih lebih giat lagi supaya penampilan Sekaa Tembang Girang ini sempurna. Kesiapan dari Sekaa ini sudah bagus hanya saja ada beberapa bagian yang masih perlu disempurnakan lagi.