Dalam upaya pelestarian dan perlindungan Karya Budaya Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyelenggarakan rapat dengan mengundang Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota se-Bali pada Kamis, 18 Januari 2018 bertempat di Ruang Rapat Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang dipimpin oleh Kepala Bidang Sejarah dan Tradisi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Memenuhi undangan tersebut Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem mengirim Kepala Bidang Adat dan Tradisi bersama Kasi Pelestarian Tradisi dan Pengelolaan Potensi Budaya Lokal untuk hadir.

Kabupaten Karangasem dua tahun terakhir selalu aktif untuk mengusulkan karya budaya baik berupa tradisi, adat istiadat masyarakat, seni maupun ritus / upacara untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya TakBenda Indonesia. Dua tahun terakhir sebanyak 7 (tujuh) karya budaya Karangasem telah mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya TakBenda Indonesia yakni Gebug Ende, Ter-Teran, Tenun Geringsing Tenganan, Usaba Sumbu (Usaba Guling), Usaba Dangsil (Bungaya), Gamelan Selonding dan Mekare-kare Tenganan Pegeringsingan. Sementara Tahun 2018 ini Kabupaten Karangasem melalui Dinas Kebudayaan akan mengusulkan 3 (tiga) karya budaya lagi yakni Megibung, Mesabat-Sabatan Biu dan Gamelan Terompong Beruk.

Kabid Sejarah dan Tradisi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyampaikan bahwa Kabupaten Karangasem sangat proaktif dalam upaya pelestarian dan perlindungan karya budaya yang dimiliki melalui pengusulan WBTB ini bahkan dari tahun 2016 Kabupaten Karangasem selalu meloloskan karya budaya yang diusulkan. Karena hal itu baik Dinas Kebudayaan Provinsi Bali maupun Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) wilayah kerja Bali, NTB dan NTT memberikan prioritas dalam hal pendokumentasian serta kajian ilmiah karya budaya di Kabupaten Karangasem seperti Tahun 2018 akan dibuat dokumentasi serta kajian kesenian Genjek oleh BPNB. Beliau juga menambahkan agar Kabupaten/Kota lainnya bisa meniru Kabupaten Karangasem untuk mengusulkan karya-karya budaya sehingga Provinsi Bali yang dikenal kaya seni budaya dan adat istiadat bisa mengusulkan lebih banyak karya budaya melebihi Provinsi lain.