Sebagai wadah penggalian dan pelestarian seni budaya, Dinas Kebudayaan pada tahun 2017 melaksanakan kegiatan Pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah yang diimplementasikan melalui rekonstruksi kesenian-kesenian hampir punah yang ada di Kabupaten Karangasem salah satunya adalah seni klasik Gambuh.

Salah satu Sekaa Gambuh yang direkonstruksi adalah Sekaa Gambuh Kerta Buda, Banjar Jungsri, Desa Bebandem. Kesenian Gambuh di Desa Jungsri sudah ada sejak dulu bahkan sampai pentas ke Luar Bali. Namun seiring perkembangan waktu kesenian ini lambat laun generasi yang menekuni semakin berkurang sehingga kesenian ini mulai ditinggalkan. Untuk kembali membangkitkan kesenian ini maka dilaksanakan rekonstruksi yang disambut antusias oleh warga yang disampaikan oleh keliang Desa Jungsri karena mereka menginginkan kesenian klasik ini bangkit kembali dan ditekuni lagi oleh generasi-generasi muda Desa Jungsri.

Rekonstruksi dilaksanakan oleh Tim Rekonstruksi Kabupaten Karangasem yang terdiri dari tokoh-tokoh seniman gambuh yang memberikan pembinaan dan pelatihan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Mengakhiri rangkaian pembinaan dan pelatihan Sekaa Gambuh Kerta Buda, Banjar Jungsri, Desa Bebandem mengadakan pementasan yang mengambil lakon ceritera Panji pada Rabu malam, 20 Desember 2017 bertempat di Balai Banjar Jungsri.

Dalam pementasan tersebut hadir Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem, unsur Kecamatan Bebandem, Perbekel Desa Bebandem, Keliang Desa Pakraman Jungsri serta tokoh masyarakat maupun seniman. Dalam sambutannya Kadis Kebudayaan menyampaikan kegiatan rekonstruksi ini bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah seniman Gambuh karena seni Gambuh dianggap sebagai “ibu” kesenian lainnya yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi baik pakem tari maupun vokalnya. Selain itu beliau juga berharap agar muncul lagi generasi-generasi baru yang meneruskan kesenian Gambuh ini agar bisa tetap lestari.