Tugas Pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan budaya meliputi budaya benda dan takbenda. Dalam upaya pelestarian budaya khususnya benda, Dinas Kebudayaan melalui Bidang Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendataan tinggalan arkeologi dan sejarah. Kegiatan diawali dengan melaksanakan sosialisasi dari tanggal 26 s/d 28 Februari 2018 yang menyasar 4 (empat) Desa Pakraman di tiga kecamatan yakni Desa Pakraman Muncan, Kecamatan Selat, Desa Pakraman Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis, Desa Pakraman Tumbu dan Desa Pakraman Bugbug, Kecamatan Karangasem. Keempat desa ini dipilih karena memiliki tinggalan arkeologi yang cukup banyak untuk didata.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menyelamatkan tinggalan-tinggalan arkeologi berupa situs, benda, bangunan, struktur maupun kawasan yang dimiliki baik perorangan, kelompok maupun Desa Adat yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan sesuai dengan amanat dan wewenang yang tercantum pada Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman dengan mengajak serta Tim Sosialisasi dan Pendataan Cagar Budaya Kabupaten Karangasem. Banyak dipaparkan mengenai pengertian cagar budaya, kriteria yang bisa dikategorikan cagar budaya, hak dan kewajiban pemilik cagar budaya, serta pentingnya memelihara dan melestarikan cagar budaya.

Tinggalan-tinggalan arkeologi tersebut awalnya akan didata dan didaftarkan untuk selanjutnya menunggu pengusulan untuk ditetapkan menjadi Cagar Budaya yang dimiliki Kabupaten Karangasem. Cagar Budaya adalah aset budaya yang tidak ternilai yang harus diselamatkan.