Kabupaten Karangasem sangat dikenal akan ragam tradisi budaya dan adat istiadat masyarakatnya, salah satunya memiliki tradisi “perang” seperti Gebug Ende, Mekare-kare, juga ada Tradisi Siat Api (perang api) yang menjadi sebuah warisan turun tumurun oleh krama Desa Adat Duda, Kecamatan Selat. Tradisi unik ini digelar setiap tahun sekali sebagai sebuah rangkaian pelaksanaan Usaba Dalem di desa setempat tepatnya pada Tilem Sasih Kawolu nemu Kajeng Kliwon, yang tahun ini diselenggarakan pada Soma Kliwon wuku Krulut,  4 Februari 2019.

Sebelum tradisi ini dilangsungkan terlebih dahulu dilaksanakan persembahyangan bersama seluruh peserta Siat Api di Pura Puseh Desa Adat Duda. Tradisi Siat Api ini merupakan rangkaian dari Ritual Upacara “Metabuhin” di Desa Adat Duda yg dilanjutkan dengan ritual “Metek-tek Prus” dimana para pelaku mengeluarkan kata-kata : “Waaalung…waaalung…waaalung…, kelod kauh ngalih be cicing, metatakan batu lempeh” yg bertujuan untuk Ngulah Kala/Nyomya Kala atau menetralisir kekuatan jahat dari Desa Adat Duda. Selain itu tradisi ini juga bertujuan untuk pengendalian emosi dalam diri masing-masing krama.

Banyak peserta yang ikut ambil bagian dalam tradisi ini yakni krama Desa Adat Duda yang berasal dari Krama Desa Pitulikur, Krama Teruna, dan Krama perwakilan dari 27 Br Adat se-Desa Adat Duda. Namun belum pernah ditemui peserta yang berasal dari luar Desa Adat Duda. Waktu pelaksanaan tradisi ini pada sore hari menjelang malam atau sandikala di perbatasan antara Desa Duda Timur dengan Desa Desa Duda tepatnya diatas jembatan Tukad Sangsang. Menggunakan sarana berupa danyuh/prakpak (daun kelapa kering yang diikat) yang disulut api untuk selanjutnya saling adu antar krama yang sebelumnya sudah dibagi ke dalam dua kelompok. Meski hujan mengguyur hari ini namun semua itu tak menjadikan halangan dan menyurutkan semangat krama untuk mensukseskan upacara / ritual ini.