Dalam upaya Pelindungan, Pelestarian dan Pengembangan karya budaya khususnya intangible (tak benda) yang beragam dengan kekhasan yang dimiliki, Kabupaten Karangasem Tahun 2018 mengusulkan 3 (tiga) karya budaya untuk mendapat Penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Ketiga karya budaya tersebut adalah Tradisi Mesabat-sabatan Biu dari Desa Tenganan Dauh Tukad, Tradisi Megibung yang masih kental di kehidupan masyarakat Karangasem dan Gamelan Terompong Beruk dari Dusun Bangle, Desa Pakraman Sega.

Ketiga karya budaya tersebut telah melalui seleksi tahap administrasi oleh Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Nasional dan lolos syarat administrasi untuk selanjutnya menuju ke Tahap Sidang WBTB. Khusus dua karya budaya Mesabat-sabatan Biu dan Megibung dilaksanakan verifikasi lapangan oleh Tim Ahli WBTB Nasional pada Kamis/17 Mei 2018.

Tim Ahli WBTB Nasional, dr. Argo Twikromo, MA didampingi Kepala Seksi Penetapan Warisan Budaya Takbenda, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan verifikasi di Desa Tenganan Dauh Tukad yang diterima oleh Keliang Adat didampingi prajuru sebagai pemilik sekaligus pelaku karya budaya Mesabat-sabatan Biu. Pada hari yang sama juga dilaksanakan verifikasi karya budaya Megibung yang dalam hal ini didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem beserta Ketua Listibya Kabupaten Karangasem yang diterima di Taman Sukasada Ujung.